JAKARTA | MEDIA - FAKTASEBER.COM — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi hebat. Kolom abu vulkanik pekat membumbung tinggi ke udara, memicu hujan abu halus yang mulai meluas ke wilayah pesisir Banten hingga sebagian Lampung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, nelayan, dan wisatawan untuk menjauh dari radius aman 3 kilometer dari kawah aktif.
Di balik ancaman erupsinya, kandungan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kaya akan pecahan batuan mikro, kristal silika, serta gas asam menyimpan bahaya serius bagi kesehatan warga sekitar:
Gangguan Pernapasan Akut & Kronis: Menghirup abu halus ini dapat menyebabkan batuk, radang tenggorokan, dan sesak napas. Bagi penderita asma, PPOK, anak-anak, dan lansia, paparan abu dapat memicu serangan akut. Dalam jangka panjang, kandungan crystalline silica berisiko memicu silikosis (kerusakan paru permanen).
Iritasi dan Kerusakan Mata: Partikel abu yang tajam dan abrasif berisiko tinggi memicu konjungtivitis (mata merah, gatal, dan perih) serta abrasi kornea jika mata tergosok.
Iritasi Kulit: Sifat asam abu vulkanik dapat memicu ruam, kulit kemerahan, dan gatal-gatal.
Langkah Antisipasi Warga:
Masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, wajib menggunakan masker berfiltrasi tinggi (seperti N95), kacamata pelindung (goggles), serta pakaian lengan panjang. Hindari penggunaan lensa kontak dan basahi debu sebelum dibersihkan agar tidak kembali beterbangan di udara. (TJP)

Komentar

