Wakil Ketua LSM ASWAL Ragukan Proyek SMAN 3 Sibolga Selesai Tepat Waktu

Iklan Semua Halaman

.

Wakil Ketua LSM ASWAL Ragukan Proyek SMAN 3 Sibolga Selesai Tepat Waktu

Redaksi Faktaseber
Senin, 19 Oktober 2026


SIBOLGA | MEDIA-FAKTASEBER.COM — Wakil Ketua LSM ASWAL meragukan proyek rehabilitasi ruang belajar SMA Negeri 3 Sibolga dapat selesai dalam waktu dua bulan (60 hari kerja). Senin 19/10/26.


​Hal tersebut disampaikan kepada wartawan usai meninjau kondisi lokasi SMAN 3 Sibolga. Menurut pengamatannya, kondisi lahan sekolah cukup rendah sehingga membutuhkan tanah timbunan yang memadai.


​Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu lebih lama karena lahan harus ditimbun terlebih dahulu. Selain itu, dinding dan lantai lama perlu dibongkar sebelum melanjutkan proses penimbunan dan renovasi.


​"Untuk merehabilitasi enam ruang kelas beserta plafon bagian depan sekolah, saya ragu pekerjaan ini dapat dikejar dalam waktu dua bulan seperti yang tertera pada papan informasi proyek," ujarnya.


​Sementara itu, dua pekerja di lokasi—seorang kepala tukang dan seorang tukang kusen—menyatakan optimisme mereka. Keduanya yakin pekerjaan tersebut dapat selesai sesuai batas waktu 60 hari kerja yang tercantum pada papan informasi.


​Meski demikian, pengamatan wartawan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Lahan yang rendah dan kebutuhan tanah timbunan membuat penyelesaian rehabilitasi dalam 60 hari terasa cukup sulit. Pondasi dan lantai pada tanah timbunan baru dikhawatirkan belum cukup padat jika hanya dikerjakan dalam tempo dua bulan, sehingga berpotensi terlambat dari target kontrak kerja.


​Di sisi lain, Sekretaris LSM Elang Emas Kabupaten Tapanuli Tengah, Parulian Sitohang, turut memberikan pandangannya. Ia memperkirakan proyek rehabilitasi ruang kelas tersebut tidak akan rampung tepat waktu.


​"Alasan prediksi tersebut adalah tingginya curah hujan di penghujung tahun ini, yang menjadi salah satu kendala utama pembangunan. Namun, semoga cuaca bersahabat agar proyek ini dapat selesai tepat waktu," pungkas Parulian. ​(H. Roberto Sitohang)

close