SIBOLGA | MEDIA - FAKTASEBER.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aswal meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sibolga untuk memastikan dasar parit digali dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum pemasangan penutup beton pengerjaan proyek drainase. Sabtu 10/10/2026.
Wakil Ketua LSM Aswal, Steven, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan di lapangan, sejumlah pengerjaan parit di wilayah Kota Sibolga tidak mengabaikan pembersihan dasar saluran.
"Jika dasar parit tidak dibersihkan terlebih dahulu, ke depannya saluran akan sangat mudah tersumbat oleh sampah yang tersangkut pada endapan di dasar parit," ujar Steven.
Ia mengingatkan pihak pelaksana proyek agar mendahulukan pembersihan pengerjaan pengerukan sebelum menutup saluran air tersebut. Pantauan wartawan di lokasi proyek memang menunjukkan masih banyaknya tumpukan kotoran dan sampah yang tertinggal di dasar parit.
Sementara itu, salah seorang warga Kota Sibolga, Juni Delima, turut menyoroti permasalahan sampah di pinggir jalan umum maupun di dalam saluran air yang dinilainya sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Menurut Juni, armada dan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemukiman (DLHKP) Kota Sibolga sebenarnya rutin bertugas mengangkut sampah hingga sif malam menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kelurahan Hutabarangan, Kecamatan Sibolga Utara.
Namun, ia berharap DLHKP Kota Sibolga dapat menambah armada truk dump dan tenaga kebersihan agar pengelolaan sampah lebih maksimal.
"Harapan kita, Sibolga bisa kembali meraih penghargaan Adipura dari pemerintah pusat, seperti pada masa kepemimpinan almarhum Bapak Sahat Panggabean," tuturnya. (H. Roberto Sitohang)

Komentar

