SIBOLGA | MEDIA-FAKTASEBER.COM – Kondisi badan Jalan Maraden Panggabean di Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, hingga kini belum mendapat perhatian pemerintah daerah. Badan jalan yang ambruk akibat bencana alam pada September 2025 lalu tersebut dibiarkan rusak selama hampir satu tahun. Jum'at 11/9/2026.
Warga setempat mengaku resah dengan kondisi jalan yang menganga di bibir sungai tersebut karena dinilai sangat membahayakan dan berpotensi memakan korban jiwa.
Salah seorang warga Kelurahan Angin Nauli yang kerap melintasi jalur tersebut mempertanyakan prioritas pengerjaan dari Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga. Ia menyoroti pengerjaan drainase di sisi kiri jalan yang terus dikebut, sementara kerusakan fatal pada badan jalan di tepi sungai justru diabaikan.
"Kami heran melihat cara kerja Pemko Sibolga. Pinggir jalan yang ambruk dan mengancam nyawa malah dibiarkan, sedangkan proyek parit dangkal di seberang jalan seperti diburu-buru," ujarnya kepada awak media.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media, proyek pengerjaan drainase di sepanjang Jalan Maraden Panggabean hingga Jalan Aek Garut tersebut diduga milik salah seorang anggota DPRD dari partai politik tertentu. Warga pun mempertanyakan apakah badan jalan yang ambruk tersebut harus lebih dulu memakan korban jiwa baru diperbaiki.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sibolga menyatakan bahwa Kepala Dinas PU sedang menghadiri rapat di Kantor DPRD Kota Sibolga. Ia menjelaskan bahwa pimpinan proyek badan Jalan Maraden Panggabean ditangani oleh Azuar Harahap dari Bagian Bina Marga.
Namun, saat hendak dikonfirmasi ke ruang kerjanya, Azuar Harahap tidak berada di tempat. Rekan kerjanya menyebutkan bahwa yang bersangkutan baru saja pergi dari kantin kantor tersebut. (H. Roberto Sirohang)

Komentar

