SIBOLGA | MEDIA-FAKTA SEBER.COM. Dugaan penahanan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh oknum pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Sibolga meresahkan warga. Kasus ini menimpa Japatar Situmorang, warga Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga.
Kronologi Permasalahan
Japatar Situmorang, seorang penerima manfaat bansos, tinggal satu rumah dengan adiknya, Loiker Situmorang, dalam satu Kartu Keluarga. Selepas orang tua mereka meninggal, Loiker menjadi pihak yang rutin merawat dan membiayai kebutuhan makan sehari-hari Japatar.
Saat Loiker sempat menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan, tanggung jawab memberi makan beralih kepada abang mereka, Master Situmorang, yang membuka usaha di depan rumah. Namun, setelah Loiker bebas, peran tersebut kembali kepadanya.
Kesaksian ini dibenarkan oleh pemilik warung setempat, Ibu Boru Sitanggang, yang kerap menerima titipan makanan untuk Japatar dari Loiker.
Kendati demikian, pengelolaan kartu bansos Japatar sempat dikuasai oleh Master Situmorang dan diduga melibatkan oknum pegawai BRI Cabang Sibolga, sehingga menyulitkan pencairan dana bantuan.
Protes Warga dan Reaksi Pihak Terkait Setelah mendapati kartu bantuannya berpindah tangan, Loiker melayangkan pengaduan resmi ke Dinas Sosial Kota Sibolga dan pihak BRI. Berkat laporan tersebut, pengelolaan bantuan akhirnya dikembalikan kepada Loiker.
Namun, respons kurang menyenangkan ditunjukkan oleh pihak BRI Cabang Sibolga dan Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Sibolga Ilir yang protes karena Loiker melibatkan wartawan dalam penyelesaian masalah tersebut. Padahal, pendampingan media dinilai sangat krusial agar persoalan ini dapat segera terselesaikan.
Desakan kepada Pemerintah Kota Sibolga. Menyikapi insiden ini, warga meminta Wali Kota Sibolga agar lebih selektif dalam mengangkat perangkat kelurahan, khususnya kepala lingkungan, agar kejadian serupa tidak terulang.
(Berita ini akan terus berlanjut setelah konfirmasi lebih lanjut dari Wali Kota dan Kepala Dinas Sosial Kota Sibolga).
— HR Sitohang

Komentar

