JOMBANG | MEDIA-FAKTASEBER.COM. Puncak Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi melahirkan nahkoda baru. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) secara mengejutkan sukses merebut kursi panas Ketua Umum PBNU, sementara KH Miftachul Akhyar kembali dikukuhkan sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.
Sidang pleno yang dikawal ketat oleh dinamika ketat antar-muktamirin ini sempat memanas sebelum akhirnya mengerucut pada keputusan mutlak melalui Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Sembilan kiai sepuh yang memegang kendali penuh penentuan arah organisasi terpilih berdasarkan tabulasi suara nasional yang mencatatkan perolehan ketat:
KH Nurul Huda Djazuli (Ploso, Kediri): 485 suara
TGH KH Nuruzzahri Yahya (Waled, Aceh): 477 suara
AG Dr KH Baharuddin HS., MA (Sulawesi Selatan): 392 suara
KH Miftachul Akhyar (Surabaya): 350 suara
KH Afifuddin Muhajir (Situbondo): 339 suara
KH Anwar Iskandar (Kediri): 326 suara
KH Anwar Manshur (Lirboyo, Kediri): 303 suara
Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA (Cirebon): 273 suara
Dr KH Abun Bunyamin, MA (Purwakarta): 268 suara
Di bursa pencalonan Ketua Umum, pengasuh Ponpes Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur, Gus Kikin, tampil sebagai magnet utama dukungan pemilik suara dengan mengantongi 472 suara. Dominasi dukungan ini memaksa para kiai sepuh di jajaran AHWA merestui namanya untuk memegang kendali operasional PBNU lima tahun ke depan.
Duet Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar kini dihadapkan pada ekspektasi besar warga Nahdliyin untuk segera meredam turbulensi politik internal serta membawa ormas Islam terbesar di dunia ini lebih tajam mengawal isu kebangsaan dan kemandirian umat. (Team Red)

Komentar

